Kamis, 29 Januari 2015

Apa Yang Menentukan CPC Adsense?

Daftar Adsense sudah, pasang script iklan Adsense sudah, jumlah visitor dan page view juga bagus, jumlah klik per hari juga alias CTR-nya juga lumayanlah, di kisaran 1 sampai 1,5%. Tapi eh… kog CPC-nya kecil banget. Tidak beranjak dari kisaran $0,3. Paling tinggi cuman $0,5. Kalau sedang beruntung dapet-lah $0,7 atau lebih, tapi itu hanya beberapa klik. Ngenes banget rasanya. Sudah capek-capek bikin posting melalui keyword research yang ruwet, cari bahan, dan mengedit posting. Tapi hasilnya masih sedikit. Terus bagaimana ini CPC bisa naik? Setidaknya ada perbaikan pendapatan sedikit-lah.

Apa yang menentukan tingginya CPC?

Yang akan saya katakan di bawah ini bukan fakta loh. Tapi cuman hasil analisa kasar dari yang pernah saya alami dan sempat baca-baca dari berbagai mastah Adsense.

CPC atau Cost Per Click adalah bayaran yang diterima publisher iklan dari satu klik iklan PPC. Kalau iklan PPC dari Indonesia sih rata-rata nilainya fixed, alias tetap. Kisarannya sekitar Rp. 500 per klik. Kalau Adsense?

Nah, itu dia. CPC iklan dari Adsense itu tidak sama nilai per klik-nya. Dan ada banyak parameter yang digunakan disana sampai kita mendapat bayaran. Apa saja parameternya? Kira-kira inilah faktor yang dihitung untuk mendapat nilai CPC di Adsense…

Yang menentukan CPC Adsense

Negara asal pengunjung

Nilai CPC klik dari pengunjung lokal (Indonesia) itu relatif masih rendah untuk keyword yang ramai. Jika dibandingkan dengan pengunjung yang berasal dari negara-negara premium macam Amerika Serikat, negara-negara di Eropa, dan beberapa negara di Asia, nilai CPC dari sini besarnya macam Jeruk Bali lawan Ciplukan. Beda jauh. Terus kita harus bagaimana?

Ya sebisa mungkin membuat blog yang menyasar pengunjung dari negara-negara premium itu. Artinya kita membuat posting yang berbahasa Inggris. Caranya? Ada banyak. Anda bisa mengeluarkan modal sedikit untuk menyewa penulis lepas yang menyediakan artikel berbahasa Inggris.

Keyword

Nilai masing-masing keyword itu berbeda. Ada banyak keyword yang dari sekali klik nilainya sangat tinggi. Itu sebabnya banyak blogger yang sejak awal membangun blog untuk menyasar keyword tertentu. Pernah tahu istilah HPK to? HPK adalah high paying keyword, atau keyword yang yang nilai CPC-nya sangat tinggi.

Bagaimana Pengunjung Mencapai Blog atau Posting

Ada tiga jalan yang bisa dilewati pengunjung sampai akhirnya mampir di posting atau halaman home blog kita. Pertama, melalui search engine, maksudnya mereka datang setelah mencari sesuatu di search engine macam Google, Yahoo, Bing, atau yang lain, melihat link dari posting kita, lalu mengeklik link tersebut, dan sampailah dia di posting yang kita buat. Ini dinamakan pengunjung organic.

Kedua, direct visitor. Kalau yang ini, pengunjung datang dengan langsung mengetikkan alamat blog kita di address bar browser. Atau bisa juga dia datang karena mengeklik link yang kita kirimkan melalui sms, email, atau pesan di aplikasi chatting.

Ketiga, pengunjung datang dari jejaring sosial. Yang paling banyak sih dari Facebook, Google+ dan Twitter. Itu sebabnya banyak publisher berusaha mendorong visitornya untuk memberi Like atau nge-share artikel yang mereka baca.

Mana yang nilai CPCnya paling tinggi? Jika hanya melihat faktor ini, maka pengunjung yang datan melalui search engine-lah yang berpotensi memberi anda nilai CPC paling tinggi.

Musim atau Trend

Para pemasang iklan di Adsensi itu sebenarnya juga sama saja dengan yang lain. Mereka musiman. Itu sebabnya pada akhir sampai 1 bulan pertama setiap tahun, kemungkinan publisher hanya akan mendapat nilai CPC yang kecil. Mengapa? Karena rata-rata perusahaan besar sedang melakukan tutup buku dan dalam proses menentukan anggaran untuk satu tahun ke depan, termasuk di dalam anggaran penggeluaran iklan.

Contoh lain, misalnya sekarang ini sedang awal musim hujan, maka banyak orang akan browsing untuk mencari tahu tentang penyakit musiman pada saat hujan, atap rumah yang bocor, cara memilih jas hujan yang bagus, dan semua yang berhubungan dengan hujan dan segala akibatnya.

Para pengiklan akan bersaing untuk tampil dengan menyasar keyword-keyword tersebut.

Atau yang saya alami sendiri adalah, misalnya mulai awal bulan Juni sampai akhir September, akan sangat cocok untuk membuat posting tentang sekolah, cara memilih jurusan, kampus terbaik kota tertentu, dll. Mereka berani bayar sangat mahal.

Penempatan Iklan

Berkaitan dengan CPC, rata-rata publisher akan menyarankan untuk memasang iklan Adsense sebisa mungkin diatas batas bawah tampilan blog ketika pertama kali dibuka. Istilah-nya above the fold. Dari yang saya alami, ini ada benarnya. Iklan Adsense yang dipasang dibawah atau setelah posting cenderung nilai per klik-nya rendah. Meskipun kadang-kadang CTR-nya lebih tinggi dari pada iklan yang dipasang di bawah judul.

Jadi singkatnya, utamakan bagian atas dari halaman blog untuk memasang iklan Adsense. Sebaiknya dua slot saja. Satu di sidebar, dan satu lagi di dalam posting dibawah judul.

Jenis Iklan Teks, Gambar

Beberapa tahun yang lalu, sekitar tahun 2006an, iklan dengan gambar dianggap buruk karena terlihat terlalu obstructive. Tapi saat ini, kalau anda pernah melihat CPC Adsense anda berdasarkan jenis iklan teks atau gambar, anda akan melihat kalau rata-rata CPC iklan teks lebih kecil dari pada iklan gambar. Meski juga masih dipengaruhi oleh penempatan dan keyword tersasar-nya.

Kita ngikut apa kata mbah saja. Aktifkan dua-dua-nya. Alasannya, dengan membuka sebanyak mungkin kemungkinan jenis iklan, maka advertiser yang bersaing untuk mengisi slot iklan kita juga akan semakin banyak. Ini yang menyebabkan nilai bid atau lelangnya semakin tinggi.

Jenis Iklan Fixed atau Responsive

Saya tidak terlalu yakin dengan pengaruh tipe iklan fixed atau responsive ini terhadap CPC. Hanya saja, dari sudah terjadi, iklan fixed nilai CPC-nya malah lebih tinggi. Mungkin karena pengunjung yang berasal dari desktop. Jangan lupa baca juga: Template Responsive vs Fixed, Bagus Mana Untuk Penghasilan Adsense Yang Lebih Tinggi?

Jenis Pengunjung Mobile atau Desktop

Setelah beberapa hari memelototi statistiknya Adsense, kesimpulan saya, klik dari pengunjung mobile CPC-nya lebih rendah dibanding yang desktop. Tapi kalau yang mobile ini memakai tablet, maka sangat mungkin CPC-nya tinggi.

Continue Reading →

Minggu, 25 Januari 2015

Template Blogger Responsive vs Statis, Bagus Mana Untuk Adsense?

Pertanyaan ini cukup rumit dijawab. Karena ternyata hasilnya bisa beda-beda untuk setiap niche blog yang memakainya. Saya sendiri berkali-kali mencoba dan hasilnya berbeda untuk setiap blog. Jadi, sebenarnya kita sendiri yang harus berani mengorbankan potensi earning Adsense selama beberapa hari – minimal 3 hari – untuk mencoba kesaktian dari template blogger yang sudah kita incar.

Di blog utama yang selama ini earning Adsense-nya paling besar, saya tidak terlalu berani main-main gonta-ganti template. Baru jika sesudah mencobanya di blog lain yang relatif lebih ‘sepi’ selama setidaknya satu atau dua minggu dan hasilnya lumayan dari sisi CTR dan CPC, saya akan pasang itu template.

Dari yang saya alami, bisa jadi sangat berbeda dari pengalaman anda, template responsive ternyata kurang bagus untuk meningkatkan penghasilan dari Adsense. Ini agak aneh. Mengingat Google sendiri sangat menyarankan kita memakai template yang responsive.

Template Blogger Responsive vs Statis, Bagus Mana Untuk Adsense?

Harapannya jelas, karena trend pengunjung yang semakin hari semakin banyak memakai smartphone untuk mengakses internet. Dan faktanya memang begitu. Di hampir semua blog yang saya kelola, perbandingan jumlah visitor desktop dengan mobile bisa sampai 40:60. Karena jumlahnya yang lebih besar, maka wajar jika kita diajak berpikir ‘mobile first’. Yang artinya membuat pengunjung yang datang via desktop menjadi prioritas nomor 2.

Saya tidak berani, atau belum-lah, untuk menggunakan template responsive di semua blog tersebut. Selama ini yang saya alami adalah CTR pengunjung mobile rendah. CPC-nya juga rendah. Sehingga, meskipun mereka secara statistik jauh lebih besar dari pengunjung desktop, total hasil earning Adsense yang didapat cenderung sedikit.

baca juga: Cara Melakukan Keyword Research Untuk Penghasilan Adsense Yang Lebih Tinggi

Sementara pada blog saya yang memakai template statis, ternyata CPC dan CTR-nya relatif lebih tinggi. Padahal blog tersebut gado-gado alias tidak spesifik membahas topik tertentu. Biasanya blog gado-gado itu sangat sulit untuk mendapatkan iklan Adsense dengan nilai CPC yang agak tinggi. Terlebih ketika ini blog berbahasa Indonesia.

Sementara ini, saya masih percaya, template blog statis lebih bagus dari pada yang template responsive untuk earning Adsense yang lebih tinggi. Setidaknya sampai saya menemukan template responsive dengan high CTR untuk Adsense.

Jika anda punya pengalaman yang sama atau berbeda dengan saya, silahkan disharingkan di sini ya…. Dan semoga kita bisa saling membantu meningkatkan earning Adsense dari blog yang kita bangun.

Continue Reading →

Kamis, 22 Januari 2015

Seberapa Panjang Posting Yang Bagus Untuk SEO dan Adsense?

Supaya benar-benar maksimal, seberapa panjang sih posting blog yang bagus untuk SEO dan Adsense? Ini pertanyaan yang biasanya ditanyakan oleh teman-teman yang masih di awal-awal bermain Adsense. Tidak terlalu aneh juga. Saya dulu juga sangat perhitungan dan cenderung pelit untuk memaksimalkan jumlah kata pada setiap posting.

Dari beberapa blogger master yang saya ikuti tulisannya, seperti Juragan Cipir, misalnya, dan juga tulisan blogger besar lain, rata-rata mereka akan menyarankan angka 250 kata itu sebagai jumlah kata paling minimal untuk posting blog. Minimal, itu artinya dari pada tidak ada posting.

Kalau anda rutin mengunjungi blog para master blogger itu tadi, maka dengan mudah anda akan mengenali kalau paling tidak mereka akan menulis diatas 500 kata per posting. Terdengar lumayan berat memang bagi kita yang masih mulai belajar disiplin menulis dengan rutin. 500 kata itu seperti harus membuat kita mengoceh sampai berbusa-busa.

Jika anda mengalami kebingungan tentang menulis posting, silahkan baca juga: 6 Langkah Menulis Posting Yang Berhasil.

Kalau dari posting yang sudah saya buat, memang harus di amini, kalau posting dengan panjang lebih dari 500 kata itu lebih mudah mendapatkan peringkat di SERP-nya Google. Beberapa posting yang jumlah katanya kurang dari 500 kata, rata-rata baru bisa nyampai di halaman pertama setelah beberapa bulan, dengan dukungan backlink yang lebih banyak, harus sangat beruntung dengan keyword yang ‘serba’ kebetulan, dan mudah sekali hilang karena tergeser oleh posting blogger yang lain.Panjang Posting Optimal

Jika kita memaksa menulis posting dengan jumlah kata kurang dar 500, maka yang harus dipersiapkan ya itu tadi, backlink yang kuat, blog yang benar-benar fokus pada satu niche, dan keberuntungan atas keyword yang sengaja atau tidak kita bidik. Karena lebih mengandalkan keberuntungan, maka kita akan sulit mengatakan apakah jika kebetulan posting yang panjangnya kurang dari 500 kata itu bisa berada di page one itu bisa diartikan SEO-nya berhasil. Kalau cuman kebetulan itu kan kurang valid juga.

Apakah dengan posting yang panjangnya lebih dari 500 kata maka usaha untuk SEO akan lebih mudah?

Menurut saya begitu, meski sebenarnya tidak bisa dibilang itu otomatis terjadi. Cuman, paling tidak, dengan posting yang lebih panjang, ‘mungkin’ Google akan menganggap tulisan anda lebih berkualitas.

Kemudian, dengan tulisan yang lebih panjang, pembaca juga akan mendapat lebih banyak informasi yang lebih menyeluruh, bukan cuman sepenggal-sepenggal seperti sengaja dibuat untuk menaikkan page view seperti yang biasa kita lihat di situs berita dengan posting cuman 150 kata dan tidak penting itu.

Jika informasi yang kita berikan bagus, maka kemungkinan pengunjung akan memberikan Like-nya atau membagikan posting anda ke jejaring sosial juga akan lebih besar. Beda dengan ketika mereka kecewa karena ternyata info yang mereka dapatkan kurang bagus bagi mereka. Setidaknya, mereka akan mau memberi komentar. Tahukah anda bahwa Komentar Adalah Cara Promosi Blog Terbaik Yang Gratis?

Ada faktor lain selain panjang posting supaya SEO-nya lebih bagus dan penghasilan Adsense meningkat?

Semua kembali pada keyword, kualitas konten, dan terakhir backlink.

Jika konten kita memang berkualitas, pembaca akan datang dengan sendirinya, bahkan jika kita tidak melakukan apapun untuk SEO tulisan tadi. Beberapa tahun yang lalu, memang sepertinya backlink itu menjadi faktor penentu berhasil tidaknya SEO. Tapi sekarang, justru ketika kita terlalu banyak menanam backlink, posting kita malah bisa tenggelam di halaman antah barantah.

Setelah keyword ditentukan, bisa berdasarkan banyaknya pencarian atau tingginya CPC, terserah anda, maka membuat konten yang berkualitas itu menjadi pekerjaan utama dan paling berat. Salah satunya adalah berupaya supaya panjang tulisan tadi minimal 500 kata atau kalau bisa lebih.

Baru sekarang kita pelan-pelan tambahkan backlink sealami mungkin. 5 backlink perhari itu sudah cukup. Bagi saya sendiri, bahkan merasa mencari backlink itu sebaiknya tidak usah dilakukan secara masif. Cukup dengan men-submit ke beberapa feed listing service dan share ke jejaring sosial yang saya ikuti. Hanya itu. Sambil berdoa semoga ada pengunjung yang merasa tulisan tersebut bermanfaat sehingga bersedia nge-like atau nge-share tulisan tadi. Itu saja.

Soal peningkatan earning Adsense?

Soal itu saya lebih berserah pada bidding-nya advertiser. Asal keyword yang dibidik bagus, trafik lumayan, maka pendapatan Adsense akan datang dengan sendirinya. Jika anda tertarik silahkan baca Apa Saja Yang Menentukan Tingginya CPC Adsense?

Continue Reading →

Selasa, 20 Januari 2015

CPC Tinggi Dari Blog Tentang Pendidikan

Untuk para pemain Adsense, terlebih yang mengandalkan blog berbahasa Indonesia, rasanya memang agak sudah mencari high paying keyword selain yang sudah umum di share para mastah itu. Untuk yang mencoba untung di blog bahasa Inggris memang ada banyak referensi yang bisa kita baca, tapi untuk blog berbahasa Indonesia, masih belum. Paling-paling kalau ada saran HPK bahasa Indonesia, maka yang paling disarankan adalah keyword seputar hosting, domain, dan sebangsanya.

Saya sendiri juga masih mencari-cari. Ada satu blog saya yang trafiknya tidak terlalu tinggi tapi secara rutin bisa memberi penghasilan yang lumayan. Yaitu, blog yang berisi tentang dunia pendidikan dan hal-hal seputar-nya. Soal keyword saya kurang begitu mengamati. Karena awalnya saya membangun blog tersebut juga bukan untuk bermain Adsense. Lebih sebagai catatan umum supaya tidak lupa.

CPC Tinggi Dari Blog Tentang Pendidikan

Di awal saya membangunnya, saya tidak terlalu berpikir tentang SEO-nya. Untuk judul lebih banyak karena begitulah cara saya akan mencarinya di Google. Tidak sampai melakukan keyword research berlebihan. Begitu enak terasa dibaca lidah saya, jadilah itu judul posting.

Sejak blog tentang pendidikan itu mulai mendatangkan earning, mulailah saya agak serius melakukan keyword research di Google Keyword Planner, dan menemukan banyak keyword yang harga bid-nya ternyata bisa WOW. Memang bukan keyword yang popular dengan jumlah pencarian yang besar. Tapi sangat menjanjikan.

Isinya juga bisa dikatakan tidak ada yang orisinil tulisan saya, 95% rewrite artikel orang lain. Tentu saya upayakan lebih supaya tidak cuman menjadi duplicate content yang ujung-ujungnya susah dapat peringkat mata search engine.

Sejauh ini, dengan trafik cuman sekitar seper sepuluh dari blog utama, blog tentang pendidikan itu berhasil memberi sekitar 25% pendapatan Adsense tiap bulannya. Jadi lebih semangat untuk menambahi konten-nya nih.

Kira-kira apa penyebab CPC-nya tinggi ya?

Saya tidak tahu, tapi tebakan terbaik saya adalah karena posting yang berkait dengan pendidikan itu menarik pemasang iklan dari kalangan pendidikan, seperti universitas dan juga perusahaan besar yang rela membayar mahal. Mengingat ada Beberapa Hal Yang Menentukan CPC Iklan Adsense.

Untuk saat ini, saya kira persaingannya di tingkat publisher belum terlalu ketat dibanding misalnya niche teknologi, laptop, gadget, dan kecantikan, yang pemainnya sudah bejibun itu. Jadi niche pendidikan masihlah sangat terbuka untuk diperebutkan.

Bagaimana pendapat anda? Atau jangan-jangan anda sudah merasa lelah dengan Adsense dan berniat mencari Alternatif Adsense Terbaik.

Continue Reading →

Kamis, 15 November 2012

Melihat Data Statistik Blog dan Web di Google+

Google+ Shows Traffic of your WebsitesIni adalah fitur baru dari Google+, sekarang kamu bisa melihat data statistik Blog atau situs yang sudah terhubung dengan profile Google+ yang kamu miliki. Syaratnya, ya jelas kamu sudah menghubungkan profile Google+ yang kamu miliki dengan blog-blog atau website yang kamu miliki. Caranya? Gampang adalah dengan menambahkan authorship tags (atau dengan menambahkan rel=author).

Mau mencobanya? Silahkan pergi ke plus.google.com/authorship/analytic. Kalau kamu beruntung maka kamu akan melihat beberapa data statistik blog kamu seperti berikut ini:

  • impressions (berapa kali postinganmu muncul di halaman pencarian Google)
  • clicks  (berapa kali postinganmu di klik di halaman pencarian tersebut dalam rentang waktu 30 hari terakhir ini
  • data statistik ini juga bisa didapat di setiap halaman web yang kamu sudah buat

baca juga:

Menulis Posting Yang Tak Lekang Oleh Waktu

Menjadi normor satu di halaman pencarian Google adalah pencapaian SEO yang bagus. Tapi jika jumlah klik yang didapat cuman sedikit maka posisi bagus itu menjadi tidak punya banyak arti lagi. Sekali lagi, ini membuat judul posting dan meta description yang baik menjadi sangat menentukan hasilnya. Silahkan di cek saja, jika impresi yang kamu dapat bagus, tapi angka kliknya rendah, maka sepertinya harus memperbaiki meta deskripsinya, dan memperbaiki judul untuk posting selanjutnya.

Laporan data statisitik di Google+ ini tidak sama persis dengan rangking yang sebenarnya di hasil Google Search. Tapi paling tidak jika impresi kamu bagus, selain bisa jadi agak smbong sedikit, berarti juga bahwa kamu bisa segera mulai melakukan perbaikan untuk membuat blog-mu bisa lebih berhasil lagi, dengan meningkatkan CTR-nya. (Click Through Rate)

baca juga: Membuat Judul Posting Yang Mengundang Traffic

Yang menjadi catatan adalah: bahwa laporan data statistik blog si Google+ ini tidak atau setidaknya belum bisa dinikmati semua orang. Kalau kamu mendapat halaman 404, berarti ya belum. Tunggu saja update Google selanjutnya.

Pertanyaannya, mengapa Google memunculkan data ini di halaman Google+? Bukankah datanya akan mirip atau sama saja dengan Google Web Master?

Atau memang Google mau menyatukan layanan-layanannya di satu portal saja? Bagus juga sih. Bagaimana menurut anda?

Continue Reading →

Kamis, 26 April 2012

Selamat Datang Google Penguin

Google Penguin UpdateGoogle Penguin: Selamat Datang | Sementara kita masih bertarung mati-matian menyelamatkan diri dari Google Panda, pada 24 April 2012 lalu secara resmi Google kembali meluncurkan algoritma penentuan SERP-nya dengan Google Penguin. Kurang lebih masih sama dengan Google Panda, si Penguin mempunyai tujuan utama untuk mengenali dan menghukum web spam dengan lebih efektif. Itu kata Google. Bagaimana dengan kata kita? Wkwkwk

Secara spesifik update algoritma Google Penguin akan mentargetkan pada:

  • skema link yang dibuat untuk meningkatkan ranking dari halaman atau situs tertentu
  • keyword stuffing berlebihan untuk menaikkan rangking dari halaman
  • duplicate content untuk meningkatkan ukuran dan rankingnya
  • redirects dan cloaks untuk memperlihatkan hal yang berbeda bagi pengunjung dan search engines.

Berikut adalah kutipan yang diambil dari Search Engine Land:

The web spam techniques above aren’t new. Some of them are more than 10 years old and date back to before Google even operated as a search engine. So why is Google only now going after such methods?

It’s not, even though the blog post might give some newcomers that impression. Google’s warned about and fought against such techniques for ages. Rather, what’s really happening is that Google is rolling out better ways that it hopes to detect such abuses.

Despite warning against such spam techniques, it’s easy to find cases where they still work. It’s enough to make some long-time “white hat” SEOs feel foolish arguing that people should avoid spamming Google when it seems to pay-off, as I wrote about recently.

“We’ve heard a lot of solid feedback from SEOs who are trying to do the right thing and who don’t want to see webspam techniques rewarded, and we feel the same way,” said Matt Cutts, the head of Google’s webspam team.

Yang kita tidak tahu, apakah si Penguin ini nanti juga akan menghajar halaman atau situs-situs yang bermain bersih? Seperti yang juga dikeluhkan banyak blogger pada waktu si Panda mengamuk tahun lalu?

Meskipun Google sendiri menyatakan bahwa Penguin update hanya akan mempengaruhi sekitar 3% dari total query, namun sepertinya ini pertanda bahwa Google mau memperketat filter untuk menghapus web spam di halaman hasil pencariannya. Hmmm, berarti kita musti hati-hati menjalankan SEO untuk optimasi blog kita ya…. Sumpah, semakin sulit saja. Main AGC mati, copy-paste mati, terlalu banyak keyword mati, backlink jelek mati, pyuh…! jianc*k! wkwkwk…. Sabar lik…

Mau tahu apa reaksi Hitler dengan Google Penguin Update ini? Lucu banget loh…

reaksi Hitler atas Google Penguin Update
Continue Reading →
Unduh Adobe Flash player

Recent Posts